Web Statistics Valid 09 April 2010 |
| Visitors | 1.273 |
| Pages View | 9.258 |
| Hits | 26.213 |
|
| Client Support |
Konselor | Sekretariat | Humas | Media |
|
|
| |
Berita |
| |
|
|
10-03-2010 13:50
KEGIATAN SOSIALISASI LAYANAN PENDIDIKAN BEBAS ASAP ROKOK DI KOTA YOGYAKARTA
Pada awal Bulan Maret ini Quit Tobacco Indonesia bekerjasama dengan Dinkes Kota Yogyakarta mengadakan sosialisasi kawasan bebas asap rokok di lingkungan pendidikan. Sosialisasi ini merupakan kegiatan yang mengawali kegiatan intervensi yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok. Dalam sosialisasi yang diadakanselama 2 hari ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok SMP pada tanggal 3 dan kelompok SMA pada tanggal 4 Maret 2010. Masing-masing kelompok yang diundang baik SMP dan SMA berjumlah 30 sekolah. Pada tahapan selanjutnya sekolah-sekolah yang sudah diberikan sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan proses intervensi berikutnya yaitu survey perilaku merokok pada guru SMP dan SMA.
Intervensi dengan tujuan lingkungan sekolah bebas asap rokok ini menjadi sangat penting mengingat salah satu wilayah yang dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok dalam Peraturan Gubenur nomor 42 tahun 2009 adalah sarana tempat pendidikan . Jangkauan sarana pendidikan ini meliputi semua jenjang pendidikan dan disemua wilayah yang masuk dalam ruang lingkup Propinsi DI Yogyakarta. Pemahaman yang masih minim berkaitan dengan implementasi kawasan dilarang merokok yang benar ini menjadi salah satu penekanan perlunya intervensi program layanan pendidikan bebas asap rokok. Selain itu fakta bahwa Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2004 menyebutkan bahwa sekitar 3% anak-anak mulai merokok sejak kurang dari umur 10 tahun. Persentase orang merokok tertinggi (64%) berada pada kelompok umur remaja (15-19 tahun). Hal ini membuktikan bahwa bahaya rokok pada masyarakat sudah merambah mulai dari kelompok masyarakat yang rentan yaitu anak-anak khususnya remaja dan sekolah menjadi salah satu lingkungan yang bisa menjadi pengaruh perilaku merokok ini. Dengan adanya kegiatan intervensi sekolah bebas asap rokok ini maka diharapkan dimasa mendatang dapat terwujud layanan pendidikan yang intergral dari sisi intelektual maupun moral.
Sumber: {djn_qti}
|
|
|
|
|
|
Hot News
| 07-06-2010 10:33 |
| Fact Sheet WNTD 2010 (7>> Peran QTI dan aktivitas WNTD yang didukung oleh QTI ) |
binaan QTI. Pada tahun 2009 QTI melakukan survei yang hasilnya telah disosialisasikan di setiap RT dan RW yang menjadi wilayah binaan. Selain itu, QTI juga telah melakukan diskusi kelompok dan penyuluhan untuk “rumah bebas asap rokok,” dan mengembangkan serta menyediakan media seperti stiker, leaflet, banner, poster, dan video.
|
| 07-06-2010 10:18 |
| Fact Sheet WNTD 2010 (4>Akibat menjadi perokok pasif) |
Pada wanita Indonesia yang memiliki suami perokok, risikonya adalah pada rokok biasa – risiko kanker paru meningkat lebih dari 279%, dan rokok kretek – risiko kanker paru lebih dari 300% dibandingkan dengan yang memilikin suami bukan perokok. Selain itu akibat dari menghirup asap rokok orang lain (perokok pasif) adalah penyakit jantung koroner, penyakit paru obstruktif kronik, asma, dan stroke .
|
|
|