Web Statistics Valid 21 June 2011 |
| Visitors | 1.273 |
| Pages View | 9.258 |
| Hits | 26.213 |
|
| Client Support |
Konselor | Sekretariat | Humas | Media |
|
|
| |
Berita |
| |
|
|
11-04-2008 10:08
Bertobat Dari Merokok
Fakta-fakta
1. Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandai nya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
2. WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
3. 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
4. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.
5. 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.
6. Prosentase kematian orang yang berusia 46 tahun atau lebih adalah 25 % lebih bagi perokok.
Dugaan-dugaan Dusta
1. Merokok membantu berfikir, padahal kenyataannya merokok bisa menceraiberaikan pikiran, mengurangi konsentrasi berfikir karena rokok menyebabkan penyempitan nafas dan keringnya tenggorokan.
2. Merokok membantu menenangkan urat saraf, padahal sebaliknya rokok berpengaruh buruk pada urat saraf, sebagaimana ia menyebabkan kencang nya detak jantung dan itu sangat berbahaya.
3. Merokok memperbanyak teman dengan saling menawarkan rokok dan berbasa-basi di dalamnya. Ternyata inipun keliru, sebab pada kenyataannya teman-teman yang dimaksud adalah teman-teman buruk.
4. Merokok menghilangkan rasa lelah, padahal justeru menambah kelelahan dan kepayahan karena tergang gunya banyak organ tubuh, seperti urat saraf, alat pencernaan dsb.
5. Merokok bisa mengusir kesedihan dan kegalauan, padahal ia mendatangkan kesedihan, kegalauan dan bencana, di antaranya karena ia harus terus merogoh kantongnya, dan dengan merokok berarti ia secara terang-terangan melakukan maksiat kepada Allah.
Bahaya Merokok
Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan. Di antara bahaya merokok adalah:
1. Melemahkan iman dan menjauhkan diri dari Tuhan.
2. Mengurangi nafsu makan.
3. Menyebabkan penyakit TBC.
4. Menyebabkan sesak nafas.
5. Menyebabkan sulitnya pencernaan makanan.
6. Menyebabkan rusaknya hati.
7. Menyebabkan berhentinya detak jantung.
8. Menyebabkan penyakit kanker.
9. Menyebabkan batuk dan lendir.
10. Menyebabkan lemas dan kurus.
11. Menyebabkan luka lambung.
12. Menyebabkan kebakaran.
13. Menyebabkan keengganan isteri terhadap suaminya.
Mungkin beberapa penyakit di atas belum tampak pada masa muda karena daya tahan tubuh yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Tetapi pada masa tua, berbagai penyakit itu akan bereaksi kecuali jika Allah menghendaki yang lain.
Sumber: ngebul.blogspot.com
|
|
|
|
|
|
Hot News
| 06-10-2010 09:15 |
| LANGKAH MAJU MENUJU SEKOLAH BEBAS ASAP ROKOK |
Sebagai upaya menyiapkan dan mendukung program sekolah bebas asap rokok, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Quit Tobacco Indonesia, Fakultas Kedokteran UGM pada tanggal 27 – 30 September melaksanakan pelatihan bagi peer educator maupun pendamping peer educator. Pelatihan yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran UGM ini diikuti oleh siswa SMP dan SMA beserta guru pembimbing UKS dari sekitar 20 sekolah yang tersebar di Kota Yogyakarta.
|
| 06-10-2010 08:54 |
| Rokok Elektronik, Amankah Untuk Kesehatan? |
Usaha pengendalian tembakau di Indonesia saat ini semakin berkembang dan mulai banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak dan kalangan, termasuk pemerintah dan masyarakat. Di sela-sela gencarnya upaya pengendalian konsumsi tembakau, yang utamanya adalah rokok, muncul sebuah fenomena baru yang cukup meresahkan dan mulai perlu perhatian khusus. Yaitu dipasarkannya produk berlabel rokok elektronik, atau mungkin lebih dikenal dengan istilah populernya E-cigarette (electronic cigarette).
|
| 07-06-2010 10:33 |
| Fact Sheet WNTD 2010 (7>> Peran QTI dan aktivitas WNTD yang didukung oleh QTI ) |
binaan QTI. Pada tahun 2009 QTI melakukan survei yang hasilnya telah disosialisasikan di setiap RT dan RW yang menjadi wilayah binaan. Selain itu, QTI juga telah melakukan diskusi kelompok dan penyuluhan untuk “rumah bebas asap rokok,” dan mengembangkan serta menyediakan media seperti stiker, leaflet, banner, poster, dan video.
|
|
|